Sunday, 31 March 2013

Easter Break = Bank Break

Libur paskah di Mlebourne ternyata tidak membawa banyak keuntungan untuk warna kurang mampu seperti saya ini. Jatah hari kerja yang melorot jelas mengurangi kucuran pundi biaya makan dan foya- foya ga jelas yang sudah saya rencankan (sudah nampak kurang sehat akal ini- maaf kalo mulai seronok). 

Dengan geberan diskon (Mid Sale) di sini, makin menginspirasi saya untuk untuk lebih bodoh dengan tidak melarang diri sendiri menggesek ratusan dolar hanya demi beberapa jahitan manja yang di pajang cantik di beberapa shopping centre di sini. Kebijakan otak saya berpikir "ah kapan lagi ya dapat ini baju ato celana dengan harga miring" ato sebenarnya lebih serign ke arah, "eh kalo ga beli sekarang, nanti ga ada lagi ukuran saya yang notabene sefamily sama hobbit"- uang kan tinggal di cari. 

journal pribadi otak ini kadang bikin sengsara hidup gue. Kadang memang bisa di lihat sisi posistifnya, dapat sesuatu yang bener-bener bermanfaat dan value-nya bener. Tapi 70%-nya nggak tuh, yang ada malah end-up dengan tidak mempunyai cukup makanan di kulkas atau lebih serign jalan 40 menit lebih lama, karena menghindari biaya tram yang lumayan mahal. 

Bukan menyarankan, tapi buat sadora sebangsa saya yang di Australia- khususnya Melbourne, kalo ortu kita ga punya cukup deposito di bank yang bisa kita hamburkan- hamburkan, sebaiknya memang harus nunggu midsale- dan membeli seusatu yang memang di perlukan.  Tanyalah dengan bijak diri sendiri, apa memang perlu kita beli ni benda, ata ada alternativnya, apa kita akan pakek dalam jangka panjang? ( mengingat hidup kita harus cukup di pack dalam koper dan ransel)..

selamat paskah anyway. 

salam kakikutelanjang. 



No comments:

Post a Comment